Tips Memilih Lem Agar Sesuai Dengan Bahan

Memilih lem sering kali dianggap sebagai suatu hal yang mudah. Padahal, salah pilih lem dapat berakibat pada hasil akhir perekatan. Hasil pekerjaan bisa cepat lepas, tidak rapi bahkan merusak material. Setiap bahan memiliki material berbeda yang tentunya membutuhkan jenis lem yang berbeda pula. 

Agar tidak salah langkah, berikut panduan untuk memilih lem yang tepat berdasarkan jenis bahan yang biasanya digunakan dalam pekerjaan rumah, kerajinan dan juga industri ringan.

1.Lem Untuk Kayu: Kuat, Meresap dan Tahan Lama

Kayu adalah material yang berpori. Untuk itu, material kayu membutuhkan lem yang tidak terlalu cair dan meresap terlalu dalam sehingga merusak material kayu itu sendiri. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lem kayu antara lain adalah daya rekat tinggi dan waktu kering yang cukup cepat. Waktu kering yang cepat (antara 5-15 menit) membantu agar lem tidak meresap terlalu dalam dan merusak jaringan/pori kayu itu sendiri. Jika penggunaan kayu yang dilem digunakan di luar ruangan, pastikan juga lem yang dipakai adalah lem yang waterproof.

2. Lem Untuk Besi : Tahan Panas dan Tekanan

Material besi dan logam memiliki permukaan ekstra keras dan tidak berpori. Untuk itu dibutuhkan lem dengan daya rekat ekstra kuat untuk memastikan permukaannya melekat dengan baik. Penggunaan lem yang tahan panas dan getaran bisa dilakukan pada mesin atau rangka. Pastikan juga lemnya dapat curing dengan sempurna sebelum besinya bisa digunakan.

3. Lem Untuk Plastik : Kebutuhan Rumah Tangga

Tidak semua jenis plastik bisa direkatkan dengan satu jenis lem yang sama. Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Seringkali penggunaan lem untuk plastik dilakukan di dalam situasi rumah tangga untuk memperbaiki barang yang rusak atau DIY sederhana. Meski begitu jenis lem yang paling umum untuk kebutuhan ini adalah lem cyanoacrylate atau yang dikenal sebagai super glue. Tidak hanya itu, plastik sendiri hadir dalam berbagai jenis. Mengetahui jenis plastik yang akan direkatkan sebelum mengelem sangatlah penting. Jenis lem pada bahan PP, PE, PVC, ABS tentunya berbeda. Hindari jenis lem serbaguna jika plastik licin dan fleksibel. Untuk plastik yang tipis, gunakanlah lem cepat kering agar tidak merusak permukaan. Pilihan lem yang sesuai ini juga membantu agar plastik yang direkatkan tidak mudah rapuh atau meleleh.

4. Lem Untuk Kulit : Fleksibel dan Tidak Kaku

Bahan jenis kulit membutuhkan lem yang tetap elastis bahkan setelah kering agar tidak mudah retak dan merusak estetika serta permukaan kulit. Penggunaan lem yang transparan setelah kering bisa menjadi pilihan yang baik karena dapat memberikan hasil looks yang estetik. Penggunaan lem juga haruslah lem yang bisa merekat kuat meskipun pengaplikasian tipis dan harus bisa merata tanpa merusak permukaan kulit..

5. Lem Untuk Kaca : Bening dan Presisi 

Kaca biasanya membutuhkan jenis lem khusus yang sering dikategorikan sebagai sealant. Penggunaan lem kaca yang diaplikasikan pada jendela biasanya haruslah lem yang tidak mudah menyusut meskipun terkena panas. Sambungan kaca haruslah presisi, kuat dan bening agar tidak merusak estetika dari kaca tersebut.

6. Lem Untuk karet : Elastis dan Tahan Tarikan

Untuk material karet, lem yang digunakan haruslah lem yang bersifat lentur dan tahan tarikan. Hal ini agar setiap tempelan yang telah kering mampu mengikuti sifat elastis dari karet itu sendiri. Pastikan juga untuk setiap material karet yang akan ditempelkan harus kering agar lem yang digunakan bisa melekat sempurna. Berikan tekanan yang kuat setelah ditempel agar hasilnya bisa optimal.

Memilih lem yang sesuai dengan jenis bahan adalah kunci agar hasil pekerjaan kuat, awet, dan rapi. Jangan tergoda menggunakan lem serbaguna untuk semua kebutuhan, karena setiap material membutuhkan perlakuan berbeda.

Dengan memahami karakteristik kayu, besi, plastik, kulit, kaca, dan karet, kamu bisa menghindari kegagalan dan menghemat waktu serta biaya perbaikan.

Semoga tips ini bisa membantu kamu memilih lem yang tepat sesuai kebutuhan. Jika digunakan dengan benar, lem bukan hanya perekat, tapi juga solusi yang paling tepat.

Share: